Example floating
Example floating
News

Buaya Hitam Besar Menerkam Warga Nunukan Selatan Dimomen Siarah Idul Fitri

426
×

Buaya Hitam Besar Menerkam Warga Nunukan Selatan Dimomen Siarah Idul Fitri

Sebarkan artikel ini

Rkn-news.com-Nunukan Kaltara. Nasib malang menimpa Ismail (39), warga Jl.Laning, Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan.

Momen lebaran Idul Fitri yang seharusnya dia rayakan berziarah ke rumah keluarga, harus terlewatkan akibat harus menjalani perawatan intensif di RSUD Fatimah,akibat patah tulang lengan diterkam buaya ganas.

Saksi mata,Senal yang merupakan sekampung sekaligus penolong si korban dari ganasnya terkaman buaya,membeberkan bahwa korban diseret buaya besar berwarna hitam pada hari pertama pasca lebaran Idul Fitri, Minggu 22-3-2026 sekira jam 9.30 pagi.

Menurutnya, peristiwa naas itu bermula saat korban mengesampingkan dulu pergi berziarah demi menyempatkan melakukan aktifitas menggesek tali rumput laut di sungai Mansapa yang memang terkenal dihuni banyak buaya.

Awalnya korban hanya menggesek tali diatas jemuran rumput laut,tetapi dilanjutkan lagi menggesek di sungai yang biasanya memang warga lebih memilih di air karena lebih cepat dan bersih.

“Belum cukup setengah dari tali yg digeseknya disungai,langsung memang disambut diterkam sama buaya besar selebar pintu,taksiran panjang 4 meter” ungkapnya.

Menurutnya,sempat ada bapak-bapak melihat dan ingatkan ada buaya mengintai,tapi belum sempat korban lari naik ke darat,buaya sudah menerkam tangannya.

Nasib baik menurut Senal, korban sempat berpegang erat dengan satu tangannya lagi di tiang jemuran rumput laut sambil teriak-teriak minta tolong sehinga warga sekitar pada berlarian membantu memukul kepala buaya.

Buah usaha itu,korban dilepaskan dan tidak sempat ditenggelamkan ke dalam air sehingga terselamatkan dari maut walau sempat dihempaskan tarikan berguling guling si buaya.

“Lumayan lama juga korban bertahan saling tarik menarik,munkin ada 10 menit”bebernya.

Kejadian Kesekian Kali Korban Serangan Buaya di Nunukan

Korban serangan buaya kali ini merupakan peristiwa kesekian kalinya yang terus berulang menimpa warga nunukan terutama komunitas pembudidaya rumput laut yang hari-harinya beraktifitas di sungai dan rawa pinggir laut.

Dirunut dari tahun-tahun sebelumnya,telah terjadi korban bocah meninggal dunia ditenggelamkan buaya si cumping di sungai mansapa, TKP yg sama dari korban sekarang.Juga ditempat lain seperti seorang bocah di Mamolo,seorang laki-laki lansia pekerja rumput laut di S Mengkadu,seorang laki-laki di sekitaran pangkalan H Putri dan satu lagi korban meninggal di Lancang.

Warga Berharap Pemerintah Turun Tangan Basmi Buaya

Menurut saksi Senal,para warga resah akibat keganasan buaya hitam besar di sungai Mansapa yang disinyalirnya pasangan si cumping yang sempat viral beberapa tahun lalu akibat memangsa bocah.Dirinya berharap pemerintah segera turun tangan menangkap, memindahkan atau membasmi buaya-buaya yang semakin banyak berkeliaran di sungai dan di pinggir pantai.

“Kami sudah laporkan berkali-kali agar dilakukan penangkapan. Tapi sampai kini belum ada tindakan.tunggu berapa korban lagi” risaunya.

Kebersinggungan antara buaya muara dan warga yg kerap menimbulkan korban di Nunukan menjadi phenomena ironi yang meskinya pemerintah tanpa lama bimbang berpangku tangan.

Kerugian korban jiwa dan kerisauan warga meskinya harus segera ditindak lanjuti pemerintah dengan aksi nyata sebagai wujud janji-janji politik pemimpin daerah yang akan memperhatikan dan mensejahterahkan rakyatnya.

 

 

 

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *