Example floating
Example floating
Nasional

Penyakit Jembrana Kembali Serang Ternak Sapi di Bone

150
×

Penyakit Jembrana Kembali Serang Ternak Sapi di Bone

Sebarkan artikel ini
  1. RKN-NEWS.COM—Penyakit jembrana yang pernah menyerang ternak sapi masyarakat bone, Sulawesi Selatan beberapa waktu lalu kembali menyerang ternak sapi 2025 ini.

Sehingga petani cemas mendengarkan informasi adanya penyakit tersebut. Dimana penyakit jembrana tersebut jika ternak sudah diserang hanya dalam waktu yang singkat dapat mematikan ternak dan menular ke ternak sapi lainnya.

Masyarakat berharap agar kasus ini segera ditangani lebih cepat dan dilakukan vaksinasi untuk mrncegah penularannya ke ternak lainnya.

Salah seorang petani, Anto berharap kepada Dinas Peternakan supaya kasus ini dilakukan pencegahan sebelum melebar ke seluruh kecamatan. ,”Karena ternak sapi ini salah satu penghasilan besar bagi masyarakat bone. Makanya ini harus mendapat perhatian serius dari pemerintah,”jelasnya.

Plt Kadisnak, drh Agusriady M Anim Sc kepada penulis Senin 17 November 2025 membenarkan kalau penyakit jembran kembali lagi menyerang ternak sapi di beberapa kecamatan.

,”Termasuk di Kecamatan Cina, sebagian di Kecamatan Barebbo dan Sibulue,”katanya.

Kasus tersebut belum masuk kategori wabah penyakit, Sifatnya masih sporadis dan cenderung tertangani selama ini.

,”Warga diharap dapat melaporkan segera jika menemukan tanda-tanda penyakit pada ternaknya kepada petugas kesehatan hewan setempat.

Intinya warga diimbau aktif laporkan saja kalau ada keluhan pada ternaknya. Dimana selama ini kasus yang ditangani petugas kesehatan hewan Penyembuhannya juga alhamdulilah sangat bagus,”kata,”Agusriady.

Lanjut Agusriady mengatakan untuk saat ini kasus jembrana yang menyerang ternak sapi. ,”Tingkat kematian alhamdulilah belum ada, hanya ada yang dipotong paksa. Jembrana juga tidak merupakan penyakit yang menular ke manusia dan kasus ini spesifik ke sapi bali, jadi tetap aman dikonsumsi,”paparnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *