Example floating
Example floating
News

Mutasi Perdana Bupati Nunukan Dinilai Tidak Sesuai Harapan Pendukung, Hamseng: Terkesan Bupati Kurang Serius

1350
×

Mutasi Perdana Bupati Nunukan Dinilai Tidak Sesuai Harapan Pendukung, Hamseng: Terkesan Bupati Kurang Serius

Sebarkan artikel ini

Rkn-news.com, Nunukan kaltara- Gerbong mutasi perdana yang digulirkan Bupati Nunukan H Irwan Sabri, Senin 10 November 2025 menuai ragam tanggapan.

Reaksi ragam kalangan bermunculan, mulai dari memaklumi, mengapresiasi, menanggapi dingin, sampai kecewa, karena dinilainya tidak sesuai situasi kebatinan dan harapan dari kalangan pendukung.

Salah satu sorotan itu dilayangkan dari pounder dan Ketua Yayasan Nunukan Heersen Justice, Hamseng.Dalam kiriman pesan suara kepada redaksi Rkn-news.com, Selasa pagi 11-11-2025, praktisi bantuan hukum sekaligus penggiat media sosial ini menilai dari beberapa post penempatan jabatan eselon dua termasuk kadis,asisten dan staf ahli yang dilakukan Bupati, terkesan kurang serius.

Dirinya memafarkan seperti penempatan Kadis di BKD atau Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), merupakan jabatan strategis yang meskinya diserahkan kepada orang yang betul-betul memahami tugas, fungsi dan kewenangan berkaitan pencaturan, manajemen dan kompetensi ASN.

Lanjutnya, termasuk penempatan staf ahli yang menurutnya harus diisi orang yang betul-betul senior dan kenyang pengalaman tapi,rupanya diisi oleh orang yang baru karena baru sekali memimpin OPD sehingga mengesankan jabatan buangan.

Sorotannya juga tertuju khusus kepada Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Drs. Safaruddin, yang dinilainya orang senior kenyang pengalaman tapi ditempatkan di tempat yang dinilainya terbatas level tugas, fungsi tanggung jawabnya.lanjutnya meskinya orang berkaliber seperti dia ditempatkan di OPD yang lebih strategis.

“Jadi kalau kita melihat penempatan pejabat eselon dua ini termasuk kepala BPKSDM, pak Safaruddin dan penempatan staf ahli, terkesan Bupati kurang serius”  tegasnya.

Narasumber lainnya yang meminta dirahasiakan namanya dan mengaku pendukung pemenangan Bupati pada masa tahapan  pilkada,juga memberi kesan menyayangkan penempatan tujuh belas pejabat di mutasi Perdana ini. Dirinya menilai meskinya Bupati menyalurkan situasi kebatinan para pendukung yang sudah lama menanti agar semua wajah lama pemegang jabatan eselon dua peninggalan era penguasa lama dicabut dan tidak diberi tempat.

“Mereka-mereka itu potensi menjadi kontra produktif.meskinya jangan ada dikasi jabatan karena terkesan para oposan dan jaringan lama masih sangat terpelihara. terbukti mereka sangat menggerogoti saat pembahasan Perusda dan anggaran perubahan.takut sj strategi kedepannya” imbaunya

Anggota dprd nunukan dari fraksi PKS Andi Yakub Abdullah, saat dihubungi Selasa 11-11-2025, menanggapi mutasi ini dengan mengapresiasi langkah bupati yang dinilainya sudah melakukan meritokrasi disertai beberapa koreksi masukan.

Menurutnya mutasi ini merupakan momen yang dinantikan banyak kalangan dan sudah melalui proses assesmen dengan penilaian dan pengumpulan informasi yang bisa memenuhi kriteria meritokrasi seperti melibatkan tenaga ahli dari Unhas dan berdasarkan rekomendasi BKN.

“Saya melihat mutasi kali ini sudah memenuhi kriteria meritokrasi dan kesan sportif dengan penempatan dan pemberian peluang secara adil” ungkapnya.

Politisi asal Sebatik Barat ini juga memberi masukan agar proses assesmen pencaturan pejabat, baiknya melibatkan Dprd sebagai fungsi pengawasan.

“Kan ada juga thu pejabat yang sudah lama menjabat belum dimutasi, termasuk juga pemilihan tenaga ahli baiknya libatkan pandangan anggota Dprd” sarannya.

Anggota dprd dari Partai Oposisi, Andi Fajrul Syam saat dihubungi di hari yang sama, juga mengapresiasi mutasi kali ini yang dinilainya sangat layak. Dari segi penempatan pejabat juga dinilainya sudah tepat, dengan penempatan sesuai kompetensinya sembari memberi beberapa catatan.

“Secara gambaran umum saya mengapresiasi mutasi kali ini.Memang sudah saatnya penyegaran dengan catatan agar segera diisi OPD yang masing kekosongan Kadis.ya tolak ukur keberhasilanya kita evaluasi pencapaiannya kedepan” ungkapnya.

Sebagaimana dilansir dari media online Kaltara Actual.Com, Bupati Nunukan, H irwan Sabri, dalam proses serah terima jabatan,  melantik 17 pejabat Eselon dua di gedung pertemuan Kantor Bupati lantai lima:

1. Abd Halid, S.T., M.A.P., Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Serta Pertanahan.

2. Abd Munir, S.T., M.A.P., Kadis Perhubungan.

3. Alimuddi, S.T.,M.T., Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan.

4. Arif Budiman, S.Stp., M.Si.,Kadis Komunikasi informatika Statistik dan Persandian.

5. H. Asmar, S.E.,M.A.P., Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana  Daerah.

6. Drs. Safaruddin, Kadis Perpustakaan dan Kearsipan.

7. Fitri Irnawati, S.Sos., Staf  Ahli Bupati Bidang Hukum dan Pemerintahan.

8. Juni Mardiansyah, A.P., Asisten Perekonomian dan Pembangunan.

9. Kaharuddin, S.Sos., Kepala Badan Kepegawaian dan Pembangunan Sumber Daya Manusia atau biasa disebut BKD.

10. Masniadi S.Hut., M.Si Kepala Dinas Ketahana Pangan dan Pertanian.

11. Muh Amin, S.H., Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat.

12. Muhtar, S.H., M.Si., Kadis Koperasi Usaha Kecil dan Mengah, Perindustrian dan Perdagangan.

13. Robi Nahak, S.Sos., Kepala Badan Pengelolah Perbatasan Daerah.

14. Sabri, S.T., M.Si Kadis Dispenda.

15. Sirajuddin, S.Hut, M.Sc Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

16. Suhadi, S.Hut., M.Sc., Kadis Transmigrasi dan Tenaga Kerja.

17. H. Surai, S.Sos., M.A.P., Kadis Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga serta Parawisata.

Menurut Bupati, mutasi kali ini merupakan dinamika organisasi pemerintahan untuk memperkuat efektivitas birokrasi, meningkatkan kecepatan layanan dan tata kelolah pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *